Rabu, 08 Maret 2017

Game Tebak Gambar .... (Sri Esti Setianingsih) 1
GAME TEBAK GAMBAR BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA SEKOLAH
DASAR KELAS IV MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8
ENGLISH GUESSING PICTURES GAME FOR 4TH GRADE ELEMENTARY SCHOOL
STUDENTS
Oleh: Sri Esti Setianingsih, Pendidikan Teknik Informatika
lisyaoranlovers@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji kelayakan game tebak gambar bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas IV menggunakan Macromedia Flash 8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development(R&D) untuk multimedia yang dikembangkan oleh Lee dan Owen. Penelitian ini meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan penilaian. Tahap analisis dibagi menjadi dua bagian yaitu needs assessment dan front-end analysis. Needsassessment merupakan pengumpulan data-data keseluruhan.Front-end analysis merupakan proses menganalisis semua data yang telah terkumpul dari tahap needs assessment. Front-end analysis dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu audience analysis, technology analysis, media analysis, dan extant-data analysis.Hasil penelitian ini yaitu penilaian dari ahli media mendapatkan persentase kelayakan sebesar 85,75% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil penilaian dari ahli materi didapat persentase kelayakan sebesar 86,25% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil penilaian siswa menunjukkan persentase kelayakan sebesar 83,72% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa game tebak gambar bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas IV menggunakan Macromedia Flash 8 layak untuk digunakan.

Kata kunci: Bahasa Inggris, Game, Tebak Gambar
Abstract
This research was purposed to produce and examine the appropriateness of English guessing pictures game
for 4th grade elementary students using Macromedia Flash 8.Method that was used in this research was Research
and Development (R&D) method for multimedia that was developed by Lee and Owen.This research consist of five
steps that were analysis, design, development, implementation, and eveluation. Analysis consist of two parts that
were needs assessment adn front-end analysis.Needs assessment was data collecting. Front-end analysis was
process to analysis data that has been collected in needs assessment step. Front-end analysis consist of several
activity that were audience analysis, technology analysis, media analysis, and extant-data analysis. The results of
this research were evaluation from media experts got percentage of appropriateness 85,75% which include in
appropriate category. Evaluation from material experts got percentage of appropriateness 86,25% which include
in appropriate category. Evaluation from students got percentage of appropriateness 83,72% which include in
appripriate category. Then, can be concluded that english guessing pictures game for 4th grade elementary school
students using Macromedia Flash 8 was appropriate to be used.
Keywords: English Language, Game, Guessing Game
PENDAHULUAN
Bahasa merupakan suatu alat komunikasi
yang berperan penting dan suatu hal yang lazim
dalam kehidupan manusia. Bahasa biasa
digunakan untuk berinteraksi antar manusia yang
satu dengan manusia lainnya.Bloch and Tragger
(dalamAmsal, 2004 : 176) mengatakanbahwaa
language is a system of arbitrary vocal symbols
by means of which a social group cooperates
(bahasaadalahsuatu sistem simbol-simbolbunyi
yang arbiter yang
dipergunakanolehsuatukelompoksocialsebagaialat
untukberkomunikasi). Bahasa yang digunakan
dan dapat ditemui dalam kehidupan manusia
Jurnal Pendidikan Teknik Informatika Edisi ... 2 Tahun ..ke.. 2013
antara lain bahasa asli, bahasa asing dan bahasa
isyarat. Bahasa asli merupakan bahasa utama
yang sering digunakan seseorang dalam
kesehariannya, sedangkan bahasa asing
merupakan bahasa yang berasal dari negara lain.
Bahasa Inggris merupakan salah satu
bahasa asing yang populer. Bahasa Inggris
merupakan salah satu bahasa internasional yang
digunakan oleh orang-orang diberbagai belahan
dunia untuk berkomunikasi. Di Indonesia bahasa
Inggris menjadi bahasa asing pertama yang
dipelajari setelah bahasa asli. Pada tingkat satuan
pendidikan, bahasa Inggris biasanya sudah
dikenalkan pada tingkat SMP dan SMA. Akan
tetapi saat ini bahasa Inggris sudah mulai
dikenalkan pada siswa sekolah dasar (SD) bahkan
Taman Kanak-kanak (TK).
Berdasarkan hasil wawancara peneliti
dengan guru bahasa Inggris di SD N Caturtunggal
7, memberikan informasi tentang kosakata yang
dipelajari oleh siswa kelas IV serta kendalakendala
yang dialami guru selama mengajar
bahasa Inggris khususnya dalam mengenalkan
kosakata kepada siswa. Kurangnya media game
dalam menunjang proses pembelajaran serta
metode pembelajaran yang masih konvensional
yang hanya mengandalkan buku LKS menjadi
salah satu kendala yang dialami guru. Kosakata
yang diajarkan pada siswa kelas IV antara lain
fruits, vegetables, animals, things in kitchen,
things in bedroom, things in dinning room,
colors, numbers, things around, dan things in
bathroom.
Menurut IBM (dalam ilmukomputer.org)
multimedia adalah gabungan video, audio, grafik
dan teks dalam suatu produksi bertingkat berbasis
komputer yang dapat dialami secara interaktif.
Menurut Hofstetter (dalam Sarwiko, 2010: 3)
multimedia interaktif adalah pemanfaatan
komputer untuk menggabungkan teks, grafik,
audio, gambar bergerak (video dan animasi)
dengan menggabungkan link dan tool yang
memungkinkan pemakai melakukan navigasi,
berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.
Multimedia interaktif itu diantaranya seperti
game, media pembelajaran dan website.
Game merupakan istilah dalam bahasa
Inggris yang berarti permainan. Menurut Oxford
Learner’s Pocket Dictionary, game adalah form
of play or sport with rules (bentuk permainan
atau olah raga dengan aturan-aturan). Game
adalah setiap kontes antara pemain yang
berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti
aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuantujuan
tertentu pula (Sadiman, 2011:75). Alat
permainan edukasi adalah alat permainan yang
dirancang khusus untuk kepentingan pendidikan
(Tedjasaputra, 2001: 81-82).
Peneliti menggunakan Macromedia Flash
8 karena kelengkapan fitur dan template yang
dimiliki. Software ini memiliki kemampuan
dalam pengolahan animasi gerak dan suara yang
bagus. Animasi gambar bersifat konsisten dan
fleksibel karena menggunakan Vector Graphic.
Kemampuan lainnya adalah waktu loading yang
relatif cepat dan mampu mengerjakan sejumlah
frame antara awal dan akhir sebuah urutan
animasi secara otomatis. Macromedia Flash 8 ini
berisi fasilitas untuk membuat desain web dan
media interaktif secara profesional, serta hal-hal
yang berkaitan dengan sarana yang dibutuhkan
seorang program developer untuk menyusun
sebuah konten multimedia (Kusrianto, 2006:1).
Game Tebak Gambar .... (Sri Esti Setianingsih) 3
Berdasarkan uraian tersebut di atas
diperlukan suatu inovasi untuk mengembangkan
sebuah media game untuk mengenalkan kosakata
bahasa Inggris menggunakan teknologi komputer.
Game tersebut diharapkan dapat menjadi
alternatif untuk membantu siswa belajar kosakata
menjadi lebih menyenangkan. Berdasarkan
pemaparan di atas, maka peneliti mengadakan
penelitian dengan mengembangkan sebuah game
edukasi tebak gambar bahasa Inggris untuk siswa
kelas IV SD.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
Research and Development (R&D)dengan
menggunakan model pengembangan untuk
multimedia yang dikembangkan oleh Lee dan
Owen (2004).Tahap-tahap penelitian ini antara
lain analisis, desain, pengembangan,
implementasi dan penilaian. Tahap analisis
meliputi needs assessment dan front-end analysis.
Kegiatan yang dilakukan dalam front-end
analysis antara lain audience analysis, technology
analysis, media analysis dan extant-data analysis.
Gambar 1. Multimedia Instructional Design
Process
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Desember 2012 – Februari 2013, di SD N
Caturtunggal 7 yang beralamatkan di Jalan
Gambir No. 6B Caturtunggal, Depok, Sleman,
Yogyakarta.
Target/Subjek Penelitian
Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah dengan cara sampling kuota.
Sampling kuota adalah teknik menentukan
sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri
tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan
(Sugiyono, 2006:124). Target/subjek dalam
penelitian ini adalah 33 siswa kelas IV SD N
Caturtunggal 7.
Prosedur
Game tebak gambar bahasa Inggris
dikembangkan dengan tahap-tahap sebagai
berikut:
1. Analisis
Tahap analisis dibagi menjadi dua bagian
yaitu needs assessment dan front-end
analysis.Needs assessment merupakan
pengumpulan data-data secara keseluruhan
yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk
mengembangkan game tebak gambar. Needs
assessment dilakukan dengan metode
wawancara langsung dan observasi.Front-end
analysis merupakan menganalisis data-data
dan informasi yang sudah dikumpulkan untuk
menentukan data-data dan informasi yang
benar-benar dibutuhkan. Dalam penelitian ini
tahap front-end analysis ada beberapa
kegiatan yaitu audience analysis untuk
menentukan target/sasaran yang akan
menggunakan game, technology analysis
untuk menentukan jenis teknologi (hardware
dan software) yang dibutuhkan untuk
pengembangan dan menjalankan game, media
analysis menentukan jenis media yang akan
dikembangkan, dan extant-data analysis
untuk menentukan isi materi yang akan
diterapkan dalam aplikasi.
2. Desain
Tahap desain merupakan tahap perancangan
game berdasarkan informasi yang telah
didapatkan dari tahap analisis. Tahap desain
Jurnal Pendidikan Teknik Informatika Edisi ... 4 Tahun ..ke.. 2013
meliputi material collecting (mengumpulkan
bahan-bahan yang diperlukan untuk
mengembangkan game), pembuatan
storyboard, dan pembuatan flowchart.
3. Pengembangan
Tahap ini merupakan tahap dilakukan
pengembangan game tebak gambar sesuai
dengan desain yang telah dibuat.Terdapat
beberapa tahap yaitu, tahap pengembangan,
tahap validasi, dan tahap revisi. Tahap
pengembangan meliputi pengembangan
interface, coding, testing, publishing dan
pemaketan. Pembuatan interface dengan
menggunakan software Macromedia Flash 8
dilakukan berdasarkan desain yang sudah
dibuat dalam storyboard. Coding dilakukan
untuk menerjemahkan desain ke dalam bahasa
pemrograman. Bahasa pemrograman yang
terdapat dalam Macromedia Flash 8 adalah
bahasa pemrograman ActionScript 2.0. Tahap
testing (pengujian) dilakukan peneliti dengan
metode black boxtesting untuk mengetahui
kesalahan-kesalahan pada game tebak gambar
sebelum dipublishing.Publishing dilakukan
untuk mengubah format game yang
berekstensi .fla atau .swf ke dalam format
ekstensi .exe agar dapat dijalankan pada
komputer yang tidak terinstal Macromedia
Flash.Game yang sudah jadi kemudian
dipaketkan ke dalam bentuk Compact Disc
(CD). Tahap validasi dilaksanakan oleh ahli
media dan ahli materi untuk mengetahui
tingkat kelayakan game tebak gambar dari
segi tampilan program serta isi materi yang
terdapat dalam game. Validasi merupakan
alpha testing. Revisi dilakukan berdasarkan
saran dan pendapat para ahli agar aplikasi
menjadi lebih baik.
4. Implementasi
Tahap ini merupakan tahap uji coba yang
dilakukan oleh para siswa. Tahap ini berupa
uji coba untuk mengukur bagaimana
tanggapan dan penilaian pengguna setelah
menggunakan game tebak gambar yang telah
dikembangkan, ditinjau dari berbagai aspek
menggunakan angket penilaian. Tahap uji
coba ini merupakan beta testing.
5. Penilaian.
Penilaian dilakukan dengan mengolah hasil
dari validasi ahli media, ahli materi serta uji
coba kepada pengguna. Hal ini dilakukan
untuk mengetahui tingkat kelayakan game
tebak gambar yang telah dikembangkan serta
tanggapan dan penilaian pengguna setelah
menggunakan game tebak gambar. Selain itu
juga dipaparkan kelebihan, kekurangan serta
spesifikasi game.
Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan
Data
Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah instrumen validasi untuk ahli
media dan instrumen penilaian pengguna
terhadap game yang dikembangkan. Instrumen
dibuat berdasarkan pada teori tentang kriteria
pengembangan aplikasi pembelajaran oleh
beberapa pakar dan sumber referensi yang telah
dijelaskan pada kajian teori. Analisis validitas
instrumen dengan menggunakan bantuan
software SPSS 15.0 diketahui terdapat empat
item yang gugur. Pengujian reliabilitas instrumen
menggunakan rumus koefisien reliabilitas Alpha
Cronbach. Uji reliabilitas yang dilakukan dengan
bantuan software SPSS 15.0 diperoleh nilai
reliabilitas sebesar 0.825. Jika dibandingkan
dengan tabel tingkat reliabilitas instrumen
menurut Sugiyono (2006: 257) dapat disimpulkan
bahwa instrumen reliabel dan termasuk dalam
kategori reliabilitas sangat kuat.
Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu
dengan angket tertutup yang berbentuk checklist
yang disertai kolom saran yang ditujukan kepada
ahli media, dan angket tertutup yang berbentuk
pilihan ganda untuk pengguna.
Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan pada
penelitian ini menggunakan analisis teknik
analisis statistik deskriptif. Teknik pengukuran
yang digunakan pada pengumpulan data adalah
menggunakan skala Likert. Skala Likert
Game Tebak Gambar .... (Sri Esti Setianingsih) 5
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan
persepsi seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2006:134).
Jawaban setiap item instrumen yang
menggunakan skala likert mempunyai gradasi
dari sangat positif sampai sangat negatif. Untuk
keperluan analisis kuantitatif, jawaban itu dapat
diberi skor yang telah ditetapkan yaitu satu, dua,
tiga, empat, dan lima. Berikut tabel untuk skala
likert:
Tabel 1. Skala Likert
No Kategori Skor
1 Sangat Baik 5
2 Baik 4
3 Cukup 3
4 Kurang 2
5 Sangat Kurang 1
Penghitungan persentase kelayakan
digunakan rumus sebagai berikut:
   
   


   


       
100 %
Pembagian kategori kelayakan hanya
dengan memperhatikan rentang bilangan
persentase. Pembagian persentase kelayakan
100% dibagi rata menjadi lima kategori sesuai
dengan jumlah skala likert (Arikunto, 2009: 44).
Pembagian persentase kelayakannya adalah
sebagai berikut:
Tabel 2. Kategori Kelayakan
Interval Persentase Nilai
< 21% Sangat Tidak Layak
21 % - 40 % Tidak Layak
41 % – 60 % Cukup Layak
61 % - 80 % Layak
81 % - 100 % Sangat layak
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis
1. Needs assessment
Peneliti melakukan kajian terhadap standar
kompetensi, kompetensi dasar dan materi
bahasa Inggris yang dipelajari oleh siswa
kelas IV, pengguna dikhususkan pada siswa
kelas IV SD N Caturtunggal 7. Materi yang
dipelajari oleh siswa kelas IV antara lain
numbers, colors, things in the kitchen, things
around, things in the bedroom, things in the
bathroom, things in the dinning room,
animals, vegetables, dan fruits. Program yang
dibutuhkan adalah software Macromedia
Flash 8 sebagai pengolah animasi dan Corel
Draw X4 sebagai program pengolah gambar.
Objek multimedia yang juga dibutuhkan
antara lain teks, grafis, gambar, suara dan
animasi.
2. Front-end analysis
a. Audience analysis
Aplikasi game tebak gambar bahasa
Inggris ini ditujukan untuk siswa sekolah
dasar kelas IV.
b. Technology analysis
1) Hardware
Hardware yang dapat mendukung
dalam pengembangan dan penggunaan
game tebak gambar bahasa Inggris,
kriteria minimal yang harus dimiliki
antara lain:
a) Processor Pentium IV atau lebih
tinggi.
b) RAM 512 MB atau lebih tinggi.
c) Free space Harddisk 10GB.
d) Monitor resolusi 1024 x 768.
e) DVD ROM sebagai pembaca CD
interaktif.
f) Compact Disc (CD) sebagai
penyimpan data.
2) Software
Software yang mendukung untuk
pengembangan game tebak gambar
bahasa Inggris antara lain:
a) Macromedia Flash 8
b) GoldWave
c) Corel Draw X4
d) Nero 6
c. Media analysis
Media yang akan dirancang dan dibangun
dalam penelitian ini adalah aplikasi media
Jurnal Pendidikan Teknik Informatika Edisi ... 6 Tahun ..ke.. 2013
pembelajaran berupa game tebak gambar
bahasa Inggris.
d. Extant-data analysis
Materi yang digunakan dalam pembuatan
game tebak gambar ini adalah kosakata
bahasa Inggris tentangfruits, numbers,
vegetables, animals, dan things.
Desain
1. Material Collecting
Pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan
dalam pengembangan game tebak gambar
seperti materi dan bahan pendukung lainnya.
Bahan-bahan tersebut antara lain gambar,
icon, audio, jenis huruf dan lain-lain yang
dapat diperoleh secara gratis di internet.
2. Storyboard
Storyboard dibuat untuk menggambarkan
desain antarmuka atau interface yang akan
dibuat dalam game agar pengguna dapat
menggunakan sistem dalam game dengan
mudah. Storyboard berisi rancangan tampilan
dan fitur-fitur yang disediakan pada game
tebak gambar yang dibuat secara rinci.
3. Flowchart
Flowchart atau diagram alir dibuat untuk
menggambarkan langkah-langkah kerja dari
sistem yang dibuat sehingga memudahkan
dalam proses pengembangan game tebak
gambar ini.
Pengembangan
1. Pembuatan Game tebak gambar
Hasil pengembangan berupa produk
berbentuk aplikasi game tebak gambar bahasa
Inggris, berikut contoh tampilannya:
Gambar 2. Halaman Judul
Gambar 3. Halaman Menu
Gambar 4. Tampilan Utama Game
Testing dilakukan untuk mengetahui apakah
semua ActionScript dapat menjalankan
fungsinya dengan benar dan menemukan
kekurangan atau kesalahan yang perlu
diperbaiki. Apabila dalam testing ditemukan
adanya kekurangan atau kesalahan, maka
akan dilakukan perbaikan baik terhadap objek
maupun fungsi pada ActionScript sehingga
dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan
yang diharapkan. Pengujian ini dilakukan
dengan metode black box testing.
Game Tebak Gambar .... (Sri Esti Setianingsih) 7
2. Validasi
Validasi dilakukan untuk mengetahui
tingkat kelayakan game yang telah
dikembangkan. Validasi dilakukan oleh ahli
media dan ahli materi. Validasi ahli materi
dilakukan oleh dua orang ahli materi yaitu
guru bahasa Inggris di SD N Caturtunggal 7
dan Dosen Bahasa Inggris Fakultas Bahasa
dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta
untuk menilai game dari segi isi materi.
Perolehan skor total dari para ahli materi
sebesar 207, skor maksimal yang diharapkan
adalah 240.
Validasi ahli media dilakukan oleh empat
orang dosen Pendidikan Teknik Informatika
Universitas Negeri Yogyakarta. Aspek yang
dinilai adalah dari segi tampilan game,
interaksi dan pengoperasian program. Hasil
penilaian ahli media mendapatkan total skor
sebesar 343 skor maksimal yang diharapkan
adalah 400.
Implementasi
Implementasi merupakan tahap uji coba
aplikasi game terhadap pengguna. Uji coba
dilakukan di SD N Caturtunggal 7 dengan
melibatkan responden siswa kelas IV sebanyak
33 siswa. Pengujian ini dilakukan untuk
mengetahui penilaian pengguna terhadap aplikasi
game. Hasil uji coba diperoleh total skor sebesar
1934, skor maksimal yang diharapkan adalah
2310.
Penilaian
Berdasarkan penilaian yang dilakukan
oleh para ahli media, didapat total skor
keseluruhan penilaian sebesar 343. Penghitungan
persentase kelayakannya adalah sebagai berikut:
   
   
343
400
100%
   
    85,75%
Diperoleh persentase kelayakan sebesar
85,75% yang termasuk dalam kategori sangat
layak.
Penilaian yang dilakukan oleh ahli materi,
mendapatkan total skor keseluruhan penilaian
sebesar 207. Penghitungan persentase
kelayakannya adaah sebagai berikut:
   
   
207
240
100%
   
    86,25%
Persentase kelayakan yang diperoleh dari
penilaian ahli materi adalah sebesar 86,25 % yang
termasuk dalam kategori sangat layak.
Penilaian oleh siswa kelas IV SD N
Caturtunggal 7 diperoleh total skor keseluruhan
sebesar 1934. Penghitungan persentase
kelayakannya adalah sebagai berikut:
   
   
1934
2310
100%
   
    83,72%
Diperoleh persentase kelayakan sebesar
83,72% yang termasuk dalam kategori sangat
layak.
Dengan demikian, berdasarkan penilaian
dari ahli media, ahli materi dan siswa tersebut
dapat disimpulkan bahwa aplikasi game tebak
gambar bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar
kelas IV menggunakan Macromedia Flash 8
dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media
pembelajaran. Tabel kelayakan dari ahli media,
ahli materi dan siswa dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
Tabel 3. Hasil Kelayakan Game Tebak Gambar
Bahasa Inggris
No Responden Persentase
(%)
Kategori
1 Ahli Media 85,75 % Sangat Layak
2 Ahli Materi 86,25 % Sangat Layak
3 Pengguna
(siswa)
83,72 % Sangat Layak
Jika digambarkan dengan menggunakan
diagram batang, tingkat kelayakan game tebak
gambar bahasa Inggris menggunakan
Macromedia Flash 8 adalah sebagai berikut:
Jurnal Pendidikan Teknik 8 Informatika Edisi .
Gambar 5. Diagram Seluruh Persentase
Kelayakan
Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan
1. Game tebak gambar ini dapat berjalan pada
hardware dengan spesifikasi sebagai berikut:
a. Processor Pentium IV atau teknologi
processor yang lebih tinggi.
b. RAM 512 MB atau lebih tinggi.
c. Sistem Operasi Microsoft Windows
2000/XP/Vista/7.
2. Kelebihan yang dimiliki game ini antara lain:
a. Media pembelajaran berbentuk
membuat siswa lebih tertarik untuk
belajar.
b. Game tebak gambar bahasa Inggris mudah
dioperasikan.
c. Memiliki efek suara (pengucapan) bahasa
Inggris sehingga siswa dapat mengerti
bagaimana mengucapkan kata d
bahasa Inggris.
d. Membuat siswa mengerti bagaimana
penulisan kata dalam bahasa Inggris.
e. Siswa dapat meneruskan permainan
sampai selesai jika sudah melakukan
empat kali kesalahan menebak.
f. Game tebak gambar bahasa Inggris dapat
dimainkan dengan menggunaka
keyboard.
g. Game tebak gambar bahasa Inggris
memiliki daftar skor.
h. Gameini dapat dioperasikan di komputer
lain dengan sistem operasi
Windows XP, Microsoft Windows Vista,
Microsoft Windows 7atau Linux.
3. Kekurangan game ini antara lain:
82.00%
83.00%
84.00%
85.00%
86.00%
87.00%
Ahli Media Ahli Materi Pengguna
(Siswa)
Tingkat Kelayakan Game Tebak Gambar
Bahasa Inggris Menggunakan Macromedia
Flash 8
... Tahun ..ke.. 2013
game
dalam
menggunakan
ini Microsoft
atau a. Penggunaan audio untuk efek suara
pengucapan kurang jelas.
b. Game belum menggunakan
seperti MySQL atau M
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Pengembangan game tebak gambar bahasa
Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas IV ini
dilakukan melalui lima tahap yaitu analisis,
desain, pengembangan, implementasi, dan
penilaian. Tahap analisis meliputi
assessment dan front-end analysis
analysis meliputi
technology analysis, media analysis,
extant-data analysis.
2. Berdasarkan hasil penilaian dalam
ini didapat persentase kelayakan dari ahli
media sebesar 85,75%, persentase dari ahli
materi sebesar 86,25% yang keduanya
termasuk dalam kategori sangat layak. Hasil
penilaian dari pengguna diperoleh persentase
kelayakan sebesar 83,72% yang termasuk
dalam kategori sangat layak.
gambar bahasa Inggris untuk siswa sekolah
dasar kelas IV menggunakan Macromedia
Flash 8 dinyatakan layak untuk digunakan.
Saran
1. Game tebak gambar bahasa Inggris perlu
dikembangkan dengan menambah jumlah
gambar dan menambah jumlah kategori
lainnya, sehingga dapat menambah
perbendaharaan kosakata dalam bahasa
Inggris.
2. Game tebak gambar akan lebih baik jika
dikembangkan dengan menggunakan
database seperti XML, MySQL atau
Microsoft Access.
udio database
Microsoft Access.
needs
analysis. Front-end
audience analysis,
dan
penelitian
uk Game tebak
akan
Game Tebak Gambar .... (Sri Esti Setianingsih) 9